CINTA DUNIA



“الحب العالمي”


Uang sangat pekat dalam kehidupan kita, dengan uang kita bisa melakukan apapun dan dengan uang juga kita bisa membeli apapun yang kita inginkan, mulai dari Barang sampai Orang pun bisa kita beli dengan uang.Untuk Era sekarang ini banyak sekali orang yang diperbudak oleh uang, karena menurut pandangan mereka “uang adalah segalanya”, tidak menutup kemungkinan. kenapa, mereka berpikiran seperti itu. sebab, dalam kehidupan kita memiliki kebutuhan, seperti layaknya sandang, pangan, serta papan, tapi dengan kebutuhan seperti itu kita harus sampai diperbudak oleh uang? Bagaimanakah mengarahkannya agar kebutuhan itu tetap ada dalam jalur Ridhonya Allah SWT, sehingga tidak menjadikan kita termasuk orang yang Cinta Dunia?Rasa ketidakpuasanlah yang ada dalam diri kita, sehingga membuat kita diperbudak oleh uang, Dan rasa ketidakpuasaan itu didasari hawa nafsu yang diperdaya oleh setan laknatullah.

Sudah dikasih rejeki 10rb, masih bilang kurang. ditambah menjadi 20rb, masih di bilang belum cukup. sampai diberi 100rb, masih belum puas juga. Hal-hal seperti itulah yang selalu kita temui dalam kehidupan kita, kita selalu merasa tidak puasss…tidak puassss….dan tidak puassssssss…..padahal sudah jelas dalam janji Allah SWT “Apabila kamu mensyukuri nikmat yang ku berikan padamu, maka akan kami tambah nikmat itu, tetapi apabila kamu tidak mensyukuri nikmat yang diberikan kepadamu, maka sesungguhnya Azabku sangatlah pedih”. Apakah kita pernah mengamalkan janji Allah SWT ini? Terkadang kita hanya berpikiran dengan bersyukurnya pada Allah SWT, maka secara lahiriah saja yang ditambahkan kepada kita, padahal kalau kita kaji lagi lebih dalam. secara Batiniah pun Allah SWT menambahkannya, Tapi terkadang kita tidak pernah menyadarinya.

Dengan kita benar-benar mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT secara tulus ikhlas, tanpa kita sadari Allah SWT sudah menambahkan rasa puas kepada kita, dan inilah kenikmatan yang benar-benar hakiki. sebab, apabila kita sudah merasa puas dengan nikmat yang diberikan Allah SWT, itu berarti kita juga sudah berjihad memerangi hawa nafsu yang diperdayai oleh setan laknatullah. sehingga tidak ada lagi rasa ketidakpuasan dalam diri kita. Subhanallah….Maha Suci Allah.

Sekarang anda bayangkan dalam benak kita . di saat hawa nafsu diperdaya oleh setan laknatullah membawa kita kepada hal ketidakpuasan, Apa yang kita rasakan? Resah, sedih, uring-uringan, gundah gulindah, dsb. Lalu apa yang kita lakukan apabila kita sudah merasakan hal seperti itu? Berbagai cara pasti kita lakukan hanya sekedar untuk menutupi rasa ketidakpuasaan itu sendiri. Akhirnya apa yang ada dalam benak kita? “poko’nya saya harus punya uang yang banyak!”

Apakah hal sepeti itu tidak sama halnya dengan kita diperbudak oleh uang? Anda sendiri bisa memetik kesimpulannya. Secara batiniah itu lah azab Allah SWT. Dan hal seperti itu apakah akan berakhir sampai disitu saja? “Tidak…!”
Selama kita tidak bisa mulai belajar dari sekarang untuk mensyukuri nikmat dari Allah SWT, maka selama itu pula kita akan ditunggangi oleh rasa ketidak puasan. banyak orang yang harus sampai mencuri barang milik orang lain, korupsi, bahkan lebih ekstreem lagi adapula orang yang sampai rela menjual dirinya sendiri.(Audzubillahimindzalik…semoga kita dijauhkan dari hal seperti itu….Amin). Dengan alasan apa mereka sampai harus melakukan hal seperti itu ? “Alasan Ekonomi lemah…”. Apakah selalu alasan ekonomi yang mendasai itu semua? “Tidak…!”. Justru rasa ketidakpuasanlah yang mendasari itu semua. Masih banyak cara untuk kita mendapatkan rejeki yang halal. tetapi harkat, derajat dan martabatlah yang membatasi itu semua.
Contoh kasus  : Misalkan ada seorang pengusaha sukses yang tiba-tiba jatuh bangkrut, sehingga dia pun harus mencari pekerjaaan untuk mencukupi kebutuhannya, dia sudah mencoba melamar kerja kemana-mana, tapi tak kunjung datang juga, Hingga suatu ketika ada peluang kerja tetapi sebagai buruh tukang Cuci piring. Apakah dia mau menerima pekerjaan itu ? Mungkin bagi orang yang tidak mensyukuri nikmat dari Allah SWT. dia pasti menolaknya, “Buat apa kerja kaya gitu….saya kan dulunya pengusaha, ngapain saya harus kerja kaya gitu! Toh…dengan cara menjual diri juga saya masih laku!!” (Audzubillahimindzalik….) terkadang dengan alasan seperti itu lah orang bisa sampai rela menjual dirinya sendiri.Tetapi lain halnya dengan orang yang benar-benar mensyukuri nikmat dari Allah SWT, Orang itu pun pasti akan menerima pekerjaan seperti itu dengan tanpa memperdulikan harkat, martabat dan derajat, yang penting dalam benaknya dia bisa menghasilkan uang dengan cara yang halal dan sesuai dengan ridhonya Allah SWT.(Semoga Allah jadikan kita golongan orang-orang yang mensyukuri nikmatnya….Amin)Demikianlah contoh realita kehidupan yang ada dalam diri dan lingkungan kita sendiri.Marilah kita bersama-sama untuk saling merubah kebiasaan-kebiasaan buruk kita menjadi kebiasaan yang baik, yang menurut ridhonya Allah SWT. Serta kita bersama-sama berdoa kepada Allah SWT untuk dijauhkan dari sifat-sifat Mazmumah yang bisa merugikan kita, baik di kehidupan Dunia maupun di Akhirat kelak. terutama mintalah kita untuk di jauhkan dari sifat Cinta Dunia, yang sekarang sudah mulai merambah dalam darah dan melekat dalam daging kita. karena sesungguhnya kehidupan di dunia hanyalah bersifat sementara.

“Lebih baik sengsara di Dunia daripada sengsara di Akhirat kelak”

“Tidak akan berubah nasib suatu kaum, Jika kaum itu sendiri tidak mau merubahnya


Q.S Al-Qiyaamah : 20,21



kallaa bal tuhibbuuna al’aajilata
20. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,


kallaa bal tuhibbuuna al’aajilata
21. dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: